[REVIEW] Final Fantasy XIII-3 Lightning Returns - Penutup dari Trilogi Game Mahakarya

Trilogi, ya ini adalah hal pertama kali yang dilakukan Square Enix selama ia puluhan tahun berdiri. Ini merupakan serial yang paling saya tunggu-tunggu kelanjutannya, mulai dari Final Fantasy XIII, hingga XIII-2, masing-masing membawa gayanya sendiri. Namun untuk sang penutup XIII-3, apakah lebih baik? Mari kita bahas :)

Cerita yang Lebih Kelam



Sesaat setelah berakhirnya kejadian di XIII-2, Lightning akhirnya dibangunkan oleh sang Dewa tertinggi, Bhunivelze, untuk mempersiapkan sebuah dunia baru yang akan ia ciptakan setelah kehancuran total. “Kiamat” ini sendiri akan terjadi 13 hari setelah Lightning dibangunkan, saya sendiri sampai bingung, Lightning tidak pernah mengeluarkan kekuatan ultima yang sebenarnya. Bhunivelze membutuhkan jiwa-jiwa terbaik untuk menempati dunia barunya ini dan Lightning, tak ubahnya seorang Valkyrie, bertugas untuk mencari dan memilih jiwa-jiwa yang menurutnya pantas, untuk diselamatkan. Perjalanan pun dimulai. Sebagai gantinya? Bhunivezle akan menghidupkan dan membawa kembali Serah, si adik tercinta Lightning yang Lightning cintai dan saya cintai juga (hehe) di dunia baru ini. Fokus pertama Lightning? Tentu saja teman-teman seperjuangannya, yang saat ini, seperti manusia yang lain, telah hidup terpisah selama 500 tahun. Teman-teman yang bukan lagi seperti yang Lightning kenal. Lalu mampukah Lightning mengemban tugas dari Bhunivelze ini? Silakan mainkan gamenya :)

Battle-system yang Lebih Menegangkan



Lightning kini memang bertarung sendiri, namun sistem baru yang disuntikkan oleh Square Enix tetap meninggalkan kesan bahwa kamu sedang mengendalikan “tiga karakter” yang berbeda.  Kenapa bisa begitu? Lewat sebuah sistem baru bernama “Schemata”, Lightning kini bisa berganti-ganti tiga buah kostum yang sudah di-set sebelumnya selama pertarungan. Setiap kostum ini akan membawa bar ATB mereka masing-masing, yang akan berkurang seiring dengan aksi yang kamu pilih. Sementara di sisi lain, kostum yang tidak sedang digunakan akan memulihkan bar ATB dengan cepat. Hampir serupa dengan sistem “job” di FF X-2, Anda akan dituntut untuk terus berganti schemata untuk memastikan flow serangan Lightning terus berjalan mulus. Atau tentu saja untuk memastikan kamubertarung dengan efektif.

Tidak Banyak Peningkatan Grafis, Namun Tetap Memukau


Lightning Returns: FF XIII memang tidak memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Dengan menjadikan cerita yang memang berfokus pada Lightning, prioritas Square Enix di visual tampaknya sangat jelas – dengan memastikan detail Lightning sebagai primadona untuk memanjakan mata para gamer, apalagi dengan segudang kostum beraneka ragam yang bisa ia gunakan. Perbedaan dengan detail karakter-karakter NPC dan pendukung terasa cukup tajam, seperti melihat dua buah game dari dua generasi berbeda. Satu yang menarik, pendekatan kamera yang sinematik memang membuat seri ini tampil terasa lebih indah dan menyenangkan untuk dinikmati. Peningkatan grafis yang tidak terlalu signifikan memang menjadi hal yang sangat dimaklumi, mengingat Square Enix memang tidak menjadikan hal tersebut sebagai fokus di Lightning Returns: FF XIII.

Apakah kamu tertarik bermain Final Fantasy XIII trilogy? Jika ya, maka kamu dapat membeli game ini di Steam karena sedang diskon hingga 75% :D
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment