Kalau kamu yang biasa memainkan judul-judul RPG Encounter, kamu pasti mengenal judul-judul mainstream seperti Earthbound dan Zelda. Kedua game tersebut merupakan game RPG yang saya sukai, namun hal tersebut berubah ketika saya mulai bermain Undertale ini. Ciri khas monumental yang menghiasi jenis game tersebut adalah cerita dan grinding battle. Hampir tidak ada RPG dengan jenis ini yang lupa menyisipkan bahan utama tersebut. Bahkan, tidaklah berlebihan bila dikatakan cerita merupakan nyawa dari genre RPG sendiri. Namun, karena hal ini pula genre tersebut mengalami generalisasi yang begitu pekat, sampai sangat sulit untuk mencari RPG berjenis Encounter yang memiliki nuansa permainan berbeda. Sebagai informasi, RPG berbasis Encounter tidak memperlihatkan musuhnya di layar, melainkan melalui momen “kaget” ketika pemainnya mendadak dibawa ke layar pertarungan.
[REVIEW] Undertale - Salah Satu RPG Favorit Saya
Kalau kamu yang biasa memainkan judul-judul RPG Encounter, kamu pasti mengenal judul-judul mainstream seperti Earthbound dan Zelda. Kedua game tersebut merupakan game RPG yang saya sukai, namun hal tersebut berubah ketika saya mulai bermain Undertale ini. Ciri khas monumental yang menghiasi jenis game tersebut adalah cerita dan grinding battle. Hampir tidak ada RPG dengan jenis ini yang lupa menyisipkan bahan utama tersebut. Bahkan, tidaklah berlebihan bila dikatakan cerita merupakan nyawa dari genre RPG sendiri. Namun, karena hal ini pula genre tersebut mengalami generalisasi yang begitu pekat, sampai sangat sulit untuk mencari RPG berjenis Encounter yang memiliki nuansa permainan berbeda. Sebagai informasi, RPG berbasis Encounter tidak memperlihatkan musuhnya di layar, melainkan melalui momen “kaget” ketika pemainnya mendadak dibawa ke layar pertarungan.
0 comments:
Post a Comment