[REVIEW] Starwars: Battlefront - Biar Harga yang Bicara!

Akuisisi Disney atas Lucas Arts beberapa tahun yang lalu tak hanya membuat para penikmat film, terutama penggila Star Wars mempertanyakan masa depan film fenomenal yang satu ini. Namun ada sedikit hawa positif bahwa akuisisi ini akan berujung pada sesuatu yang baik, apalagi mengingat apa yang berhasil dicapai Disney lewat Marvel yang secara konsisten menghiasi layar lebar. Dan hal ini terbukti lewat Star Wars Episode VII: The Force Awakens dengan hype besar di tangan sutradara yang tampaknya tepat. Tapi akuisisi ini juga punya pengaruh tersendiri di industri game. Disney langsung menyerahkan hak pengembangan game eksklusif untuk EA selama 10 tahun ke depan, memberikan publisher raksasa ini begitu banyak proyek potensial untuk dikerjakan. Sebuah tantangan yang dijawab EA dengan seri terbaru Star Wars Battlefront.

Sangat disayangkan karena EA yang memegang perilisan game ini, karena menurut saya, jika game ini dirilis di platform yang lebih besar seperti Steam, penjualan akan meningkat sangat drastis.



Dibuat dengan Engine Frostbite, Sangat Impresif!

 

Kalau disederhanakan dengan bahasa gaul sekarang, Star Wars Battlefront adalah sebuah game yang “Star Wars banget”, terutama dari sisi presentasi. Kami yakin hampir sebagian besar gamer, termasuk kami, akan menikmati 10 menit di awal peta yang pertama kali disinggahi dengan rasa terpesona dan sekedar menikmati pemandangan yang ia tawarkan. Lebatnya hutan di Endor dengan ekstra hujan dan sungai yang membelahnya, atau keringnya Tatooine dengan pasir dan ekstra pemandangan kegersangan di kejauhan kian sempurna lewat dramatisasi tata cahaya yang juga memesona.Kamu  juga bisa melihat begitu banyak objek lain, seperti X-Wing yang hancur hingga AT-AT yang berjalan “anggun” di kejauhan.

Game Tembak-tembakan Biasa



Tidak ada recoil dan tidak ada sistem peluru, DICE seolah mendorong kamu untuk berfokus hanya maju, membunuh siapapun yang kamu temui, dan berusaha untuk tidak tewas selama mungkin. Kamu tidak perlu memerhatikan elemen lain selain hal tersebut, karena tak ada sistem peluru ataupun recoil untuk senjata plasma kamu dan hanya dibatasi pada panas yang mungkin muncul jika kamu terus menekan trigger tanpa henti. Sebuah sistem yang sangat sederhana tentu saja. Efektivitas senjata lebih didasarkan pada status seperti damage dan rate of fire tiap varian yang berbeda satu sama lain. Kemampuan kamu untuk menghindar sembari melemparkan damage sefektif akan jadi kunci paling efektif untuk bertahan hidup. Apalagi, Star Wars Battlefront menyediakan pilihan untuk mencicipinya dalam mode first person atau third person shooter.

Tidak Terdapat Campaign Mode



Selain beragam mode multiplayer yang ada, memang ada beberapa misi yang didesain untuk bisa dimainkan seorang diri. Ada mode Training, Battle, dan Survival yang kesemuanya bisa dimainkan seorang diri melawan AI yang ada. Ia juga bisa mencicipinya sebagai sebuah mode kooperatif bersama dengan teman dalam list Friends kamu. Namun sayangnya, hanya itulah peran mode “single player” ini. Tiap darinya tidak dibalut dengan cerita sama sekali, hanya segilintir cut-scene untuk jadi pondasi dasar apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Apa kamu tertarik? Saya tidak menyarankan untuk memainkannya sekarang juga karena memerlukan banyak balancing dalam game ini sendiri. Jika kamu ingin membelinya, kamu dapat membuka halaman mereka di situs Origin.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment