PROPOSAL
KEWIRAUSAHAAN
“COLD
BREW COFFEE”
(Logo Univ. Gunadarma, akan diedit)
Dosen
:
LELY
PRANANINGRUM, SKom.MMSi
Disusun
oleh :
RIAN
MALIK TAMBENGI
(NPM
59414222)
4IA21
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
PROGRAM
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Umum Bisnis
Gambar 1. (akan diedit)
“Cold Brew Coffee” adalah
salah satu jenis minuman yang sudah biasa dinikmati oleh penggemar kopi. Dengan
proses pembuatan sehari semalam tanpa menggunakan panas sedikitpun pada saat “brewing”,
kopi cold brew dapat bertahan jauh lebih lama dibanding kopi dingin
biasa. Produk cold brew coffee kami akan dipasarkan dengan nama “Cold
Bruh” agar dapat diasosiasikan dengan kawula muda.
B. Status
Usaha
Seluruh jenis “Cold Bruh”
yang akan kami produksi dan pasarkan akan menjadi lini produk di bawah salah
satu franchise coffee shop kami, yaitu “Tjangkir Kopi”. Dengan total 3
café dan 2 rumah produksi, kami sudah mengantisipasi produksi ini untuk
diproduksi dan dipasarkan secara masal.
C. Regional
Usaha
Meskipun kami memiliki kemampuan
untuk mendistribusikan produk kami secara online, namun Regional Bekasi
dan sekitarnya merupakan fokus utama kami dalam pemasaran langsung secara offline.
Usaha kami berpusat pada Jalan Boulevard No 7 Grand Wisata, Tambun Selatan.
D. Tujuan
Kegiatan
Kami ingin mengeliminasi stigma penggemar kopi yang
mengasumsikan cold brew coffee berkualitas hanya bisa didapatkan di coffee
brewer. Dengan memudahkan akses pembelian baik membawa produk kami ke media
sosial maupun mendistribusikannya ke mitra kedai kopi, café dan toko kelontong,
cold brew coffee produksi kami akan sangat mudah diakses oleh siapapun.
BAB
II
METODE
PELAKSANAAN
A. Produk
Memang kopi jenis seperti ini mudah
didapat di pasar dan toko kelontong modern, hanya saja yang ditawarkan adalah
kopi berkualitas rendah, jauh di bawah kualitas biji kopi yang kami miliki.
Kami menawarkan cold brew coffee berkualitas yang kami kemas ke dalam
tiga jenis rasa.
B. Bahan
Baku
Produk kami akan menggunakan biji
kopi berkualitas yang kami dapatkan dari provinsi Aceh yang kami proses (roasting)
dengan api yang sangat redup untuk mendapatkan kualitas rasa yang kaya dan
unik. Biji kopi hasil proses kami, kami beri nama “Gayo Takengon” yang
merupakan salah satu produk biji kopi kami yang sudah memiliki nama di skena
kopi Indonesia.
C. Proses
Produksi
Brewer kami dan pemilik akan
mengurus proses produksi kopi cold brew yang dimulai dari menyiapkan
bahan dan lini produksi yang terdiri dari:
-
Biji kopi
-
Grinder
(Penggiling biji kopi)
-
Brewista Artisan Cold Pro System
(Wadah pembuat kopi cold brew)
-
Paper Filter
(Kantung penyaring berbahan kertas)
-
Brewista Gallon Coffee Storage
System (Tempat penyimpan paska proses cold brew)
Biji kopi yang kita gunakan
merupakan biji yang telah digiling sesuai profil kopi cold brew, yaitu coarse
grind (gilingan kasar). Proses dilanjutkan dengan mempersiapkan sistem cold
brew dengan menempatkan paper filter ke dalam wadah setelah
dimasukkan gilingan kopi sesuai dengan takaran. Setelah wadah dipenuhi dengan
air dingin (seperti pada gambar), proses brewing dimulai, proses
tersebut dapat berlangsung selama 36-48 jam tergantung profil rasa yang ingin
dicapai. Sebelum dikemas, kopi akan disimpan dalam storage system demi
menjaga kualitas kopi.
Gambar 2. (akan diedit)
D. Pemasaran
Kami tahu betul, mengapa kopi cold
brew jarang terlihat di kedai kopi kelas menengah, sampai stigma penikmat kopi yang berpikir
bahwa kebanyakan cold brew hanya bisa didapatkan di coffee shop
atau café yang notabene kelas atas. Karena tujuan kami ingin mengeliminasi
stigma ini, target pasar kami pun dapat diklasifikasikan menjadi cukup spesifik.
Dengan mendistribusikannya secara offline ke
kedai-kedai kopi, café, lounge, dan vending machine yang
merupakan mitra kami di radius 15-20 km, kami dapat menjangkau penikmat kopi
kelas menengah dan menengah ke bawah usia 18-35 yang ingin menikmati cold
brew dengan mudah di kedai atau coffee shop langganannya. Begitupun
dengan penjualan online, dengan jumlah pengikut sosial media instagram
brand kami Tjangkir Kopi yang sudah mencapai lima belas ribu pengikut, kami
memroyeksikan penjualan online akan mencakup 30%-50% total penjualan dengan
memasarkan ke target pasar yang sama.
E. Tempat
Produksi
Dengan memiliki tiga cabang coffee
shop yang masing-masing memiliki fasilitas gudang penyimpanan dan ruang
produksi, kami telah menyediakan ruang untuk menempatkan lini produksi cold
brew ini di salah satu cabang kami yaitu cabang Grand Wisata, Tambun Selatan.
F. Analisis
SWOT
a. Strength
-
Reputasi brand kami yang memungkinkan
untuk memasarkan segala macam jenis kopi ke pasar niche atau luas.
-
Kualitas produksi dan bahan yang kami
miliki sudah memiliki reputasi mentereng, merupakan factor utama dari harumnya
brand kami.
-
Jenis kopi Cold Brew dapat dikemas, dan
langsung diminum, tidak seperti coffee specialty lainnya.
b.
Weakness
-
Perlu memberikan edukasi mengenai Cold
Brew coffee ke khalayak agar bisa lebih dikenal.
-
Proyek ini adalah proyek pertama kami
dalam memroduksi kopi kemasan dalam jumlah yang massif.
c.
Opportunity
-
Tren coffee specialty meningkat sebanyak
1300% selama 10 tahun terakhir.
-
Mengiklan di media sosial di era digital
ini dapat dilakukan dengan mudah.
d.
Threat
-
Tren kopi meningkat membuat usaha lain
mulai memroduksi jenis kopi ini.
-
Kopi kemasan di convenience store mulai
bervariasi jenisnya dengan harga yang terjangkau.
BAB
III
TARGET
LUARAN
A. Sumber
Dana
Kami sudah merencanakan jauh-jauh
hari untuk peluncuran lini produksi produk ini, oleh dari itu, kami juga telah
menyiapkan cukup modal yang kami butuhkan untuk menggiatkan produk ini. Namun
begitu, ruang investasi tetap kami sediakan apabila terdapat pihak ketiga yang
meilhat peluang bisnis dari produk ini sama seperti kami. Semakin tercapainya
target nvestasi yang masuk, semakin berkontribusi dalam membantu menaikkan
skala produksi dan pemasaran yang akan dieksekusi kedepannya.
B. Perkiraan
Dana yang Dibutuhkan
-
Biaya Tetap
|
Nama
|
Jumlah
|
Harga Satuan
|
Total
|
Dimiliki
|
Dibutuhkan
|
|
Brewista
Artisan Cold Pro
|
3
|
Rp5.500.000
|
Rp16.500.000
|
0
|
Rp16.500.000
|
|
Brewista
Gallon Storage
|
1
|
Rp7.500.000
|
Rp7.500.000
|
0
|
Rp7.500.000
|
|
Mesin
Pendingin Air (18L)
|
1
|
Rp6.000.000
|
Rp6.000.000
|
1
|
Rp0
|
|
Galon
Stainless
|
6
|
Rp650.000
|
Rp3.900.000
|
3
|
Rp1.950.000
|
|
Grinder
|
1
|
Rp13.000.000
|
Rp13.000.000
|
0
|
Rp13.000.000
|
|
|
Total
|
|
Rp46.900.000
|
|
Rp38.950.000
|
-
-
Biaya Variabel (Batch Pertama)
|
Nama
|
Jumlah
|
Harga Satuan
|
Total
|
|
Biji Kopi Gayo
Takengon
|
3 karung
|
Rp1.200.000
|
Rp3.600.000
|
|
Brown Sugar
PT. Tulus Agro
|
1 karung
|
Rp850.000
|
Rp850.000
|
|
Sweetened Milk
& Cream Half & Half
|
2 galon
|
Rp700.000
|
Rp1.400.000
|
|
Botol Kemasan
|
3000 botol
|
Rp1.800
|
Rp5.400.000
|
|
Air Mineral
dengan TDS Rendah <0.8
|
51 Galon
|
Rp11.500
|
Rp586.500
|
|
Paper Filter
|
18 kantung
|
Rp7.000
|
Rp126.000
|
|
Kardus Karton
Pengiriman
|
100 lembar
|
Rp2.500
|
Rp250.000
|
|
Biaya Listrik
I-3/TM (Industri Menengah)
|
1250 kWh
|
Rp1.115/kWh
|
Rp1.393.750
|
|
|
Total
|
|
Rp13.606.250
|
C.
C. Perkiraan
Keuntungan
Tiap-tiap batch diperkirakan
akan memakan biaya sebesar Rp13.606.250 untuk memroduksi tiga ribu botol cold
brew tanpa perlu menanggung biaya kebersihan dan maintenance serta
tanpa perlunya pula memikirkan biaya moda pengiriman berkat kerjasama mitra
kurir kami dengan retail. Produksi dan pengiriman akan memakan waktu satu
bulan, yang berarti dalam dua belas bulan akan terdapat 12 batch
produksi dan pengiriman.
Apabila pengeluaran awal untuk
biaya tetap senilai Rp38.950.000 dipecah ke dua belas bulan menjadi
Rp3.245.833,33 per bulannya, maka biaya per-batch-nya menjadi
Rp16.852.083,33 untuk tahun pertama.
Kopi akan dijual ke retail
dengan harga Rp17.500 per botol dengan MSRP Rp20.000 (jauh di bawah MSRP
rata-rata cold brew, Rp32000). Dengan hitungan ini, laba kotor yang akan
diperoleh tiap batch-nya diperkirakan senilai Rp52,500,000 dengan laba
bersih untuk tahun pertama diperkirakan senilai Rp35.647.000 perbulannya dan diperkirakan
senilai Rp38.893.750 perbulannya untuk tahun selanjutnya (perhitungan belum
termasuk setoran PPh 0,5%).
D. Rencana
Pengembangan & Investasi
Visi kami untuk mengembangkan skala
bisnis lini produksi cold brew “Cold Bruh” kami hanya akan
berkembang dari segi kuantitas lini produksi, kualitas produksi tidak akan kami
sentuh sama sekali untuk kedepannya dikarenakan kami harus menghindari automasi
dan penggunaan mesin besar agar kualitas sentuhan tangan dari brewer
kami tetap terjaga. Meskipun begitu, dikembangkannya skala produksi untuk
produk ini sangatlah mungkin mengingat kami telah memroyeksikan beberapa calon
lokasi cabang dan ruang produksi baru untuk brand kami “Tjangkir Kopi”.
Dari total biaya awal dan produksi batch pertama
senilai Rp52.556.250, kami menyediakan ruang investasi sebesar 45% yaitu
sebesar Rp23.650.312,50. Pihak kami yang akan menentukan pembagian investasi
apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan investasi. Pengembalian
modal yang akan diraih pihak investor setelah diraihnya laba tiap bulannya
merupakan persentase yang sama dengan persentase investasi setelah kami potong
5% untuk biaya administrasi.
BAB
IV
JADWAL
PELAKSANAAN
Kegiatan
yang tercantum di bawah merupakan garis besar dari jadwal praproduksi hingga
pengiriman pertama berjalan. Untuk kegiatan yang lebih rinci dapat didiskusikan
oleh pihak Tjangkir Kopi.
|
KEGIATAN
|
BULAN KE-
|
|||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
||||||||||
|
Jendela
Pengajuan Investasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Meeting
Tjangkir Kopi dengan Investor
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengumpulan
Modal dari Investor
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pemesanan
Alat dan Bahan Produksi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Produksi
Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengiriman
¼ Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengiriman
¼ Ke-2 Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengiriman
¼ Ke-3 Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengiriman
¼ Ke-4 Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Produksi
Batch #2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Laporan
Penjualan Batch #1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembagian
Hasil Penjualan Bulan #1 ke Pihak Investor
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
·
Pertanyaan, negosiasi, dan pendaftaran
investasi akan kami lakukan dalam dua minggu pertama bulan Januari.
·
Investor akan diumumkan pada pekan
ketiga diikuti dengan meeting antara pihak kami dan investor. Setelah
itu, modal akan kami kumpulkan pada jendela berdurasi dua minggu.
·
Pemesanan dan persiapan alat dan bahan
produksi akan kami lakukan pada pekan kedua bulan Februari, diikuti dengan
produksi batch pertama.
Jadwal Bulanan
·
Produksi akan dilakukan lima hari per
pekan, selama dua belas bulan (dua belas batch).
·
Kami akan melakukan pengiriman setiap satu
pekan produksi, yang berarti pengiriman pertama akan kami lakukan pada pekan
terakhir bulan Februari.
·
Laporan penjualan akan kami rilis
melalui surel setiap pengiriman terakhir setiap bulannya diikuti dengan
pembagian hasil penjualan sesuai klausal yang disetujui.
BAB
V
PENUTUP
Produk ini sudah menjadi bagian visi kami dari awal.
Dengan persiapan yang matang, kami yakin akan membawa produk ini menjadi
sesuatu yang penting dari bisnis kami dan calon investor. Di samping itu, calon
konsumen sudah mengantisipasi kehadiran dari produk ini sejak jauh-jauh hari
mengingat banyaknya pelanggan kami yang mempertanyakan ketersediaan produk ini.
Demikian proposal ini kami sampaikan, terimakasih
kami ucapkan. Kami menunggu partisipasi anda menjadi bagian dari bisnis ini.
0 comments:
Post a Comment