Jangan Lakukan Hal-hal Ini Saat Memulai Profesi Sebagai Game Developer Indie – Part 1



Hal ini dapat menahan kamu untuk semakin berkembang dan berpikir secara kreatif, apa saja?

Beberapa waktu lalu, saya menghadiri Tech In Asia Jakarta 2015 di Balai Kartini. Hadir banyak sekali startup yang unjuk gigi, namun startup di bidang game studio memang selalu menarik perhatian saya. Disana terdapat beberapa studio game yang hadir untuk memamerkan produknya. Pertemuan dengan mereka akan saya bahas di artikel selanjutnya. Yang pasti saya akan memberikan saran yang telah saya pelajari dari mereka. Saran yang 'tepat' dimana kamu jangan sampai melakukan hal-hal yang akan disebutkan selanjutnya dalam artikel ini.

Jangan Percaya pada 'Bias Kebertahanan'

Bias Kebertahanan? Apa itu? mungkin singkatnya kamu dapat membuka artikel tentangnya di halaman Wikipedia. Singkatnya yaitu sebuah kecenderungan hanya mempertimbangkan kondisi-kondisi sukses saat melakukan analisa pada pasar, perilaku pengguna, dan lain lain. Lalu, apa hubungannya dengan pengembangan video game? Banyak sekali kasus di luar sana dimana ia berpikir bahwa game atau film yang akan dia rilis akan disukai banyak orang dan ternyata tidak. Hal ini sangat penting dalam dunia kreatif karena tidak semua orang memiliki selera yang sama, pelajarilah pasar dari pola yang telah dilakukan pengembang-pengembang game yang telah sukses dan berikan kesimpulan untuk setiap langkah-langkah yang mereka lakukan. Gunakan waktumu untuk memikirkan halangan-halangan di masa depan, dan analisa setiap pilihan yang kamu punya.

Jangan Memulai dengan Ide yang Rumit

Memang banyak sekali orang yang menggemari game bergenre FPS (First Person Shooter - game menembak sudut pandang orang pertama), tapi saat kamu memutuskan untuk membuat game pertamamu, jangan memulai dengan game dengan genre rumit seperti itu. Segala hal memiliki tahapan, dalam kasus game FPS, genre ini membutuhkan energi, SDM, dan waktu yang banyak untuk pengembangannya. Jika kamu ingin memulai, mulailah dengan game dengan ide yang sederhana seperti mini-puzzle dan endless running.

Jangan Memperumit Ide yang Sederhana

Jika kamu mengembangkan sebuah game dan kamu memiliki segudang ide lain untuk meningkatkan fitur dari game yang kamu buat tanpa memikirkan apakah fitur tersebut akan meningkatkan pengalaman bermain si pengguna atau tidak, maka itu akan membuatmu membuang-buang waktu dengan melakukan langkah-langkah yang tidak perlu. Mungkin saja bukan 'tidak perlu', tetapi setiap langkah yang seharusnya dibuat oleh sebuah pengembang game adalah langkah yang relevan dan tepat guna demi pengalaman bermain pengguna.

Jangan Meninggalkan Fase Prototipe

Jika kamu memiliki ide-ide konyol yang menurutmu patut dan layak dicoba, fase inilah yang membantu kamu menuangkan kreativitasmu. Ini adalah peluang untuk meningkatkan kemampuan kerja otak, karena secara tidak sadar, dengan melakukan fase ini kamu belajar banyak dengan mencoba ide apapun yang muncul di pikiranmu. Eksplorasi game yang akan kamu buat dalam bentuk dasarnya untuk mengukur apakah game yang kamu buat pada dasarnya merupakan game yang bagus atau tidak.

Jangan Buru-buru Tinggalkan Marketing

Game yang sudah kamu buat dengan niat dan tekad yang kamu kumpulkan secara susah payah serta kemampuan program dan desain yang telah kamu pelajari beberapa bulan terakhir akan menjadi percuma apabila game yang kamu buat tidak memiliki pertumbuhan pemain pada setiap periode tertentu. Sebaiknya game kamu sudah kamu kenalkan jauh sebelum rilis untuk mendapatkan antisipator sebelum rilis. Saat game kamu sudah rilis, jangan lupa untuk tetap memberikan layanan dan fitur-fitur relevan yang secara konsisten tetap kamu jaga agar tetap menarik pengguna baru untuk memainkan game-mu dan menambah pertumbuhan pemain yang memainkan game-mu.

Artikel ini merupakan bagian pertama dari "Jangan Lakukan Hal-hal Ini Saat Memulai Profesi Sebagai Game Developer Indie" Kamu dapat berlangganan jika ingin membaca bagian kedua dari artikel ini lebih dulu.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment