Mungkinkah dari beberapa contoh pada artikel ini dapat menjadi awal degradasi moral masyarakat yang disebabkan oleh derasnya arus digitalisasi khususnya di bidang game dan cinema?
Maraknya penjualan ponsel pintar mempengaruhi besar-kecilnya gelombang digitalisasi masyarakat. Hal-hal konvensional mulai berubah menjadi hal yang instan melalui teknologi-teknologi yang ada. Karena semua kemudahan ini, terdapat banyak dampak yang harus diperhatikan agar mata kita tetap terbuka. Sehingga kita tidak terbawa arus digital yang begitu deras ini. Salah satu contohnya adalah dunia game yang makin modern, makin menjerumuskan. Tidak sedikit kita melihat beberapa kasus yang terjadi akibat dunia game, mulai dari bocah SD yang mulai mencuri uang orang tuanya untuk membeli sebuah item pada game yang dia mainkan, hingga kasus pemukulan akibat dikalahkan oleh lawannya melalui game online. Hal ini hanya contoh buruknya saja, karena di luar sana kisah positif yang dituang dari dunia kreatif ini tidak kalah banyak. Namun mari kita ulas beberapa hal negatifnya saja terlebih dahulu.
Game dengan Rating Dewasa Mulai Dimainkan Anak-anak
Tanpa disadari, game-game online yang terdapat di warnet-warnet, maupun game yang dapat diunduh secara gratis di smartphone anak-anak sudah banyak mengandung unsur-unsur dewasa. Meskipun telah diberi rating dewasa, namun tetap saja karena edukasi yang lemah, hal tersebut sudah sangat sering terjadi. Peran orang tua yang seharusnya mendidik dengan baik, malah memberi dukungan kepada anaknya dengan memberikan fasilitas kepada mereka tanpa melakukan pengawasan. Hal ini menurut saya merupakan penyebab utama dari maraknya game dewasa yang dimainkan oleh anak-anak. Contoh seperti ini membuat psikologi anak tidak tumbuh sebagaimana harusnya. Mereka cenderung melakukan hal-hal aneh faktor 'penasaran' seperti penyimpangan kekerasan dan seksual usia dini. Kasus-kasus seperti bully yang akhir-akhir ini semakin marak turut menyalahkan invasi digital dalam bidang Game yang sebenarnya bukan masalah utama, karena para pengembang hanya membuatnya atas dasar tujuan komersil dengan pangsa pasar yang jelas. Sedangkan orang tua yang pada dasarnya tidak melakukan pengawasan yang pasti untuk hal-hal digital seperti ini seharusnya mulai menyadari jika apabila dibiarkan, akan merugikan pertumbuhan anak mereka sendiri.Waktu, Uang, dan Lingkungan
Sekarang sudah sangat banyak game-game adiktif yang dapat membuat setiap orang yang memainkannya kecanduan. Candu yang menyebabkan setiap orang mengurangi produktivitasnya sebagai individu. Tidak jarang dari mereka yang menghabiskan uangnya demi memainkan video game yang ia senangi. Hal ini tidak sepenuhnya buruk, karena ini sama saja menghargai pengembang dan publisher. Tetapi, jika dilakukan secara berlebihan hal ini menjadi berbahaya, melihat setiap sen uang yang diluarkan digunakan untuk kepuasan sementara semata. Karena candu juga, tidak sedikit orang yang menutup diri dengan lingkungan di sekitarnya demi menonton film-film yang ia beli secara bajakan di toko DVD terdekat, dan bermain video game dengan smartphone-nya yang ia beli dengan cicilan yang belum lunas. Sungguh ironi, sebuah karya atau produk apapun seharusnya dinikmati dengan dosis yang cukup, sama halnya seperti narkotika yang digunakan di rumah sakit hanya untuk penawar rasa sakit. Mulailah berbenah diri dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat serta produktif tanpa melupakan betapa menyenangkannya bermain video game itu sendiri.Maraknya Pembajakan Game dan Film
Dilihat dari kondisi di Indonesia saat ini, hal-hal seperti pembajakan merupakan hal yang sudah tidak dianggap tabu lagi. Hampir semua orang pasti pernah menggunakan bajakan apapun bentuknya, mulai dari film, perangkat lunak, dan video game meskipun mereka tahu bahwa hal tersebut sepenuhnya salah. Tapi karena kebiasaan seperti ini sudah dibudayakan semenjak dulu, pembajakan sudah dilihat seperti hal yang 'tidak salah'. Mungkin terlihat biasa saja di mata pengguna, tetapi ini merupakan pukulan telak untuk para pengembang dan kreator. Pendapatan mereka tidak mencapai titik maksimum dan malah cenderung mendapatkan kerugian yang besar akibat pembajakan yang dilakukan seenaknya oleh oknum-oknum yang ada. Saya sarankan bagi kamu yang memiliki niatan untuk berbenah diri dengan menghargai karya-karya pengembang game, mulailah dari hal yang kecil. Contohnya kamu bisa membeli aplikasi atau game melalui Playstore, yang sudah dapat dilakukan dengan metode pemotongan pulsa. Simak artikel dari Tech In Asia Indonesia pada halaman ini untuk mengikuti langkah-langkahnya.Mari simak lanjutan dari artikel ini dengan membuka tautan berikut "Dampak Positif Invasi Digital dalam Dunia Game di Indonesia"

0 comments:
Post a Comment